Header Ads

header ad

VIRAL! Seorang Ibu di Dalam Penjara Bersama Bayinya yang berumur 10 Bulan


[lndonesia.org]  - Seorang Ibu di Bone, Sulawesi Selatan terkurung di dalam kerangkeng besi bersama bayinya yang masih berusia 10 Bulan karena sang Ibu nekat menjual emas rekannya untuk membayar tempat tinggalnya menjadi Viral.

Kabar pilu tersebut diposting akun Facebook dengan nama Dede Al Ghozali didalam group Dr. Zakir Naik Fans Indonesia. Sabtu (4/11/2017). Saat berita ini diturunkan, Postingan itu sudah dibagikan sebanyak 1.783 kali dan mendapatkan 431 komentar dari netter.

Berikut postingan lengkapnya..

#INI #DI #BONE #SULAWESI #SELATAN

#SEBARKAN #SAMPAI #KE #PAK Presiden Joko Widodo  #SaveMuhammadAmin #bayi10bulanikutdipenjara #WAHAI #PARA  #PEMIMPIN #DI #NEGERI #INI #BUKAMATA #BUKAHATI #KALIAN #JANGAN #TIDUR #SAAT #RAKYATMU #TERKENA #MUSIBAH #HUKUM #TUMPUL #KEATAS #TAJAM #KEBAWAH #PEMERINTAH #DZHOLIM

Karena Himpitan Ekonomi Rakyat miskin nekat jual emas rekannya untuk bayar tempat tinggalnya, Rismaya di penjara tanpa belas kasihan bersama banyinya berumur 10 bulan,  Koruptor mencuri uang rakyat di lindungi, masih sempat tersenyum di depan kamera sambil melambaikan tangan, mereka bebas berkeliaran dan hukum pun bungkam dengan PARA KORUPTOR.!!!

Rismaya (35) mengaku nekat menjual emas rekannya karena himpitan ekonomi. Akibat ulahnya itu, Rismaya kini ditahan di Lapas Kelas IIA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone. Sulawesi Selatan

"Emas itu yang saya ambil saya jual karena desakan ekonomi harganya 3,1 juta rupiah," kata Rismaya, kemarin.  Pemilik emas bernama Waris.

Waris juga pemilik rumah tempat Rismaya menumpang selama ini, di Kajuara, Kecamatan Awangpone, Bone bagian utara.

"Itu saya lakukan karena terdesak pasalnya Waris memeras saya minta uang karena saya tinggal menumpang di rumahnya,” cerita Maya, sapaan Rismaya.

Bayi Rismaya, Muh Amin (10 bulan), turut mendekam di jeruji besi. Si bayi harus merasakan pilunya ruang tahanan demi air susu sang ibu dan hak asuh.

Ayah Muh Amin, Sutejo, juga ditahan atas kasus kecelakaan lalu lintas. Sedangkan kakek dan nenek si kecil meninggal dunia.

Betapa malang nasib Muh Amin. Andai dia tak ikut ibu masuk penjara, ke mana dia harus berteduh menete? Tempat tinggal orangtuanya saja masih numpang alias ngontrak.

"Anak saya juga bersama saya di lapas karena tidak ada jagai di rumah dan dia masih menyusu, saya mengemis kepada pihak lapas agar anak saya juga masih menyusui, untungnya diizinkan," kata Maya.

Saat kawan-kawan menghampiri ruang tahanan Maya, si kecil Amin sempat terlihat meloloti kami. Sesekali dia berdiri sambil kedua tangannya memegang jeruji besi.



Saat kehausan, sang ibu menyuguhinya teh botol, merek Frestea, yang seharga 5000-an itu. Saat minta makan, Maya memberinya kerupuk. Dua tiga popok bayi dan tisu kering berserakan di tempat duduknya.

Tak terlihat barang berarti lainnya. Teh dan kerupuk menu spesial untuk Amin sebagai penjanggal air susu Maya yang lagi nihil. Sudah empat bulan Maya dan Amin mendekam di penjara.

Amin ikut masuk penjara sejak berusia enam bulan. Di penjaralah Amin belajar makan, makan bubur sambil menyusu.
__________________________________________________
Untuk menyalurkan bantuan uluran tangan si Amin &  ibunya bisa ke Lapas Kelas IIA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone. Sulawesi-Selatan

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.