Header Ads

header ad

Soal Pembatasan Jumlah Undangan di Hajatan Pejabat Negara, Risma Bela Jokowi


[lndonesia.org] Solo - Sejumlah kritik mengiringi pernikahan putri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dan sang kekasih, Bobby Nasution. Beberapa pihak menyinggung jumlah undangan dalam hajatan yang mencapai 8.000 orang.

Pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi menerbitkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2014 yang berisi imbauan hidup sederhana bagi pejabat negara.

Dalam salah satu substansinya, surat tersebut turut mengatur ketentuan soal jumlah undangan yang dibatasi maksimal 400 lembar undangan dengan jumlah tamu tak boleh melebihi seribu orang dalam hajatan setiap pejabat negara, termasuk pernikahan.

Terkait hal itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membela Jokowi dan keluarga. Menurut Risma, meski mengundang banyak tamu, pernikahan Kahiyang dan Bobby berlangsung cukup sederhana dan jauh dari kesan bermewah-mewah.

"Ya itu bagus (pembatasan 400 undangan), agar tidak bermewah-mewah, tapi ini (pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution,) kan tidak mewah," ujar Tri Rismaharini saat menghadiri acara pernikahan Kahiyang-Bobby di Graha Saba Buana, Solo, Rabu (8/11/2017).

Risma melanjutkan, sebagai seorang presiden, Jokowi tentu memiliki banyak kolega dan kerabat. Untuk itu, menurutnya sangat wajar jika undangan yang disebar mencapai 8.000 dengan tamu dari berbagai kalangan, baik pejabat, artis, hingga masyarakat umum.

"Pak Presiden kan temennya banyak, kalau enggak diundang nanti bisa marah," ujarnya berkelakar sembari buru-buru meninggalkan wartawan yang mengerumuninya. [lo/okz]
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.