Header Ads

header ad

Elektabilitas Jeblok, Jokowi Tak Akan Leluasa Pilih Cawapres


[lndonesia.org] Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon mengatakan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) jauh di bawah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jika sama-sama dibandingkan ketika hendak menghadapi pemilu presiden (pilpres) untuk masuk periode kedua.

Sejauh ini, berbagai survei menempatkan elektabilitas Jokowi masih di bawah 50 persen, sedangkan SBY ketika hendak Pilpres 2009 bisa di atas 60 persen.

Bahkan, ada survei terbaru yang lebih spesifik per provinsi yang menunjukkan elektabilitas Jokowi hanya 30 persen.

“Ada beberapa provinsi yang elektabilitas Pak Jokowi itu 40 persen. Ada juga 30 persen,” kata Jansen saat diskusi Menakar Cawapres Potensial 2019 di gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/11).  
 
Jansen membandingkan kondisi ini sangat berbeda ketika SBY menuju periode kedua kepemimpinannnya. 

“Pak SBY periode pertama masuk periode kedua, angka Pak SBY di atas 60 persen selaku petahana,” tuturnya.
 
Politikus berlatar praktisi hukum itu menambahkan, tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Jokowi akan berimbas pada keleluasaan dalam menentukan calon wakil presiden. 

Merujuk pada pengalaman SBY jelang Pilpres 2009, elektabilitas ketua umum Partai Demokrat itu hampir 70 persen sehingga bisa leluasa memilih calon wapres.

“Jadi, tingkat kepuasan Pak SBY selalu di atas 60 persen, bahkan 70 persen, di periode pertama membuat leluasa beliau memilih cawapresnya,” katanya.
 
Karena itu Jansen menilai Jokowi akan kesulitan menentukan cawapres jika elektabilitasnya masih di bawah 50 persen. 

“Jadi dia butuh memang sosok wapres yang kalau mendampingi dia bisa ikut mengerek suara dia naik ke atas,” tegasnya. [lo/jpnn]
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.