Header Ads

header ad

WOW!!! per September Mencapai RP 3.800 T, Jokowi Akui Utang Pemerintah Besar


[lndonesia.org] Jakarta - Jumlah utang pemerintah semakin bertambah, per September 2017 jumlahnya sudah mencapai Rp 3.866,45 triliun. Jokowi mengakui utang pemerintah memang sangat besar. Bahkan, pemerintah juga harus membayar bunga yang cukup besar atas pinjaman tersebut.

"Perlu diketahui akhir 2016 utang kita Rp 2.700 triliun, bunganya saja setiap tahun itu Rp 200-250 triliun ya," ujarnya, seperti dilansir detikcom.

Namun menurutnya, yang paling penting adalah pinjaman itu untuk apa, jIka pinjaman itu untuk produktif tidak masalah.

Ketika ditanya mengenai apakah pemerintah tidak khawatir utang tersebut tidak akan terbayar, Jokowi malah membandingkan dengan utang negara negara maju.

"Sekali lagi, dibandingkan dengan negara lain kita ini kecil 27%, tetangga kita 70%. Ya yang diperbolehkan undang-undang maksimal 60%, tapi maksimal kita di bawah 30%," ujarnya.

Rasio utang pemerintah RI terhadap PDB saat ini di angka 27%. Angka ini jauh lebih kecil jika dibandingkan Jepang 234,7%, Amerika Serikat (AS) 73,8%, Jerman 69%.

"Dan pinjaman yang dilakukan untuk pinjaman produktif, untuk kasih return ke masyarakat kembali. Jadi bukan untuk misalnya kita pinjam untuk subsidi BBM, kita pinjam untuk gaji pegawai, tapi untuk produktif return kembali ke negara dan masyarakat," jelasnya.

Komposisi utang terbesar Indonesia berasal dari komersial dengan porsi 86%. Utang komersial meliputi pinjaman luar negeri, pinjaman dalam negeri dan surat berharga negara (SBN).

Sisanya adalah Bank Dunia 7%, Jepang sebanyak 5% dan Asia Development Bank (ADB) 3% dan lainnya 4%.

Demikianlah dilansir dari detikFinance berdasarkan data Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, Jumat (20/11/2017).

Data itu juga menunjukkan, bila berdasarkan instrumen, maka utang dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai mayoritas dengan 81% dan pinjaman 19%.

Berdasarkan mata uang, maka dengan denominasi nilai tukar rupiah 59%, dolar Amerika Serikat (AS) 29%, yen Jepang 6%, euro 4%, dolar Singapura 1% dan lainnya 1%.

Terus bagaimana cara kita untuk melunasi utang Pemerintah secara langsung?

Utang bisa lunas secara langsung, jika setiap penduduk di seluruh Indonesia membayar kurang lebih sebesar Rp 15,4 juta ke negara.

Hal ini berdasarkan asumsi jumlah penduduk Indonesia yang saat ini lebih dari 250 juta jiwa dibagi dengan total utang pemerintah yang mencapai Rp 3.866,45 triliun tersebut.

Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada tahun 2014-2015 yang dikutip detikFinance, Jumat (20/10/2017) jumlah penduduk Indonesia mencapai 254,9 juta jiwa.

Data BPS menunjukkan, dari total tersebut, penduduk laki-laki mencapai 128,1 juta jiwa sementara perempuan sebanyak 126,8 juta jiwa. (lo/dtk)
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.