Header Ads

header ad

Rudal Satan 2 Rusia, Daya Ledaknya Bisa Mengundang Kiamat


[lndonesia.org] - Adu kuat senjata pemusnah massal semakin mengerikan. Selain Korea Utara, Rusia tak mau ketinggalan. Pekan ini, Presiden Vladimir Putin sukses meluncurkan rudal Satan 2 yang mampu menghancurkan satu negara sekali dor. Duh, mengundang kiamat nih namanya.

Suksesi Rusia itu terjadi Kamis (26/10) lalu. Namun, pemerintah Rusia secara resmi baru mengumumkannya, kemarin. Rudal itu berdaya ledak hebat, hingga bisa membunuh sebuah negara hanya dengan sekali tembak. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan rudal yang juga disebut RS-28 Sarmat, itu diluncurkan sekitar 500 mil utara Moskow dari pangkalan peluncuran luar angkasa kosmodrom Plesetsk.

"Rusia telah melakukan latihan untuk mengelola kekuatan strategisnya," kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan. "Semua tujuan pelatihan berhasil diselesaikan," katanya.

Pemerintah Rusia mengklaim rudal itu sangat mematikan bahkan bisa mengundang kiamat sebuah negeri karena mampu terbang sejauh 5.800 kilometer. Rudal itu semasa latihan menyasar pengujian rudal di Kura di Timur Jauh Rusia.

Tidak hanya mampu terbang jauh, rudal itu juga diyakini mampu membawa 12 hulu ledak nuklir dan bisa memusnahkan sebuah negara seluas Texas atau Inggris dalam satu serangan. Kremlin mengatakan, Presiden Vladimir Putin terlibat dalam latihan itu dan secara pribadi meluncurkan rudal selain juga menguji coba beberapa rudal lainnya.

Tiga kapal selam yang mampu membawa hulu ledak nuklir juga melakukan uji coba rudal balistik yang dinilai berhasil. Sementara tiga jet pengebom strategis mencapai target darat dengan menembakkan rudal jelajah. Dua dari rudal yang diluncurkan kapal selam itu dilepas di Laut Okhotsk, sebelah utara Jepang dan dekat dengan Korea Utara. Kemudian, rudal ketiga diuncurkan dari Laut Barents.

Awal bulan ini, Rusia juga melakukan latihan yang melibatkan peluncuran rudal balistik antar benua untuk kelas Topol. Dan bulan lalu, Rusia dan Belarusia melakukan latihan perang besar-besaran, yang dirasakan di beberapa negara NATO, seperti Polandia.

Satan 2 adalah rudal balistik bertenaga nuklir ketiga yang telah diuji Rusia tahun ini. Ini dilakukan setelah peluncuran dua rudal kelas Topol selama latihan perang Zapad dari Plestek Cosmodrome.

Rudal seberat 100 ton ini mampu menghasilkan ledakan 40 megaton, 2.000 kali lebih kuat dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945. Senjata itu bisa digunakan pada 2019 nanti.

Pemerintah Rusia mengatakan pihaknya memproduksi rudal mengerikan sebagai antisipasi atas ketegangan di Semenanjung Korea atara Korut dengan Amerika Serikat. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis sedang mengunjungi Korea Selatan untuk mengecek kesiapan pasukan jika Korea Utara menyerang.

Rusia diyakini juga memiliki 55 senjata yang 'siaga'. Namun para ahli mengingatkan cukup hanya dengan lima di antaranya saja sudah bisa membuat Pantai Timur Amerika hancur lebur.

Mengerikannya lagi, senjata-senjata itu bahkan disebut-sebut mampu membuat bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam PD II 'terlihat' tak ubahnya 'senapan mainan'.

Mantan Asisten Sekretaris Kementerian Keuangan untuk kebijakan ekonomi, Paul Craig Roberts memprediksikan secara gamblang tentang serangan apokaliptik Rusia terhadap Amerika. "Salah satu rudal nuklir Satan dapat menghapus tiga per empat wilayah negara New York selama ribuan tahun," ujar Roberts.

Satu Satan dapat menghapus tiga per empat New York selama ribuan tahun lamanya. "Sementara lima atau enam Satan sebagaimana yang diketahui militer Amerika maka Pantai Timur Amerika akan menghilang," tambahnya. Meski milter Rusia semakin mengerikan, warga Rusia justru berkelakar ada alien di balik awan yang menutupi langit.

Unjuk kekuatan nuklir tersebut terjadi seminggu setelah Putin menyangkal Rusia telah melanggar sebuah perjanjian senjata nuklir 1987 dengan Amerika Serikat. Putin mengatakan pihaknya telah "menyingkirkan situasi" dengan pesaing Perang Dinginnya dengan mengembangkan rudal berbasis udara dan laut. Rusia telah memodernisasi kekuatan nuklirnya saat Amerika menyebarkan perisai pertahanan rudal di Polandia dan Rumania.

Pekan ini, surat kabar Kommersant melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan merencanakan sebelum akhir tahun untuk menguji coba sebuah rudal balistik berbahan bakar cair yang dijuluki "Setan 2" oleh NATO. Rudal tersebut diduga mampu membawa 16 hulu ledak nuklir, cukup untuk menghancurkan sebuah negara Eropa, atau senjata hipersonik.

Rusia melepaskan rudal balistik lain dari kosmodrom Plesetsk saat latihan perang Zapad bersama dengan Belarus bulan lalu. Sebuah "tas kerja nuklir" dengan sistem peluncuran menyertai Putin kemanapun dia pergi. [lo/rmol]



loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.