Header Ads

header ad

Kebakaran Pabrik Kembang Api, Polisi Tahan Dua Tersangka, Termasuk Pemilik Pabrik


[lndonesia.org] - Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian terkait kasus kebakaran pabrik kembang api di Tangerang, Banten termasuk pemilik pabrik Indra Liyono, direktur operasional Andri Hartanto dan Subarna Ega tukang las.

Pemilik pabrik dan direktur operasional diduga melakukan kelalaian yang menyebabkan kematian dan melanggar UU Ketenagakerjaan karena mempekerjakan anak-anak.

Kepala bidang hubungan masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan dua orang tersangka telah ditahan, sementara seorang tersangka lain yaitu Subarna Ega masih dicari keberadaannya.

"Mungkin yang bersangkutan sudah meninggal dunia, tapi masih dalam pencarian," kata Argo kepada wartawan dalam konferensi pers, Sabtu (28/10).

Polisi menyebutkan pekerjaan pengelasan yang dilakukan Subarna memicu terjadinya kebakaran pabrik kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses.

Indra dan Andri dikenakan pasal 359 KUHP tentang kesalahan yang menyebabkan kematian dan pasal 188 KUHP tentang kesalahan yang menyebabkan ledakan dan kebakaran, dengan ancaman penjara minimal lima tahun atau kurungan minimal satu tahun.

Selain itu, keduanya dikenakan pasal 74 juncto 183 UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, karena diduga memperkerjakan anak-anak.

Kebakaran pabrik kembang api ini disoroti oleh Sekretaris Umum Federasi Serikat Buruh Nusantara Tangerang Sobirin, yang menduga pemilik pabrik tidak memperhatikan masalah keselamatan kerja.

"Soal K3, kesehatan dan keselamatan kerja tidak diperhatikan," kata Sobirin pada Kamis (26/10).

Selain masalah keselamatan kerja para karyawanya, Sobirin juga mempertanyakan masalah lokasi pabrik kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses yang berada di dekat permukiman warga.

"Pemerintah seharusnya tidak menggampangkan izin sebuah industri atau perusahaan," kata dia.

Korban tewas dalam kasus kebakaran pabrik kembang api pada Kamis (26/10) lalu mencapai 47 orang. Hampir semua Jenazah korban tidak lagi dikenali karena terbakar, dan identifikasi masih dilakukan di RS Polri dr Soekanto di Kramat Jati Jakarta Timur.

Sampai Sabtu siang, sudah ada empat jenazah korban yang berhasil diidentifikasi. Sementara sejumlah keluarga korban lainnya juga mulai berdatangan untuk diambil sampel DNA dan dicocokkan dengan korban. [lo]
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.