Header Ads

header ad

Jokowi Dinilai Gagal, Aktivis 98 Dan Santri Dukung Cak Imin-AHY Pada Pilpres 2019


[lndonesia.org] - Kurang puas dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), sejumlah aktivis angkatan 1998 beserta alumni santri dan anak muda membuat relawan PRO 1 atau Presiden Republik of Indonesia.

Relawan itu dibentuk untuk memberikan dukungan kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Agus Harimurti Yudhoyoni (AHY) maju sebagai Pilpres dan cawapres 2019-2024.

Ketua Nasional PRO 1 Baihaqi Maisin menjelaskan tiga tahun pemerintah Jokowi-JK, sejumlah persoalan masih belum terselesaikan. Terutama mengenai kesejahteraan rakyat.

Pemerintah saat ini terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur. Akibatnya terjadi penurunan daya beli, serapan tenaga kerja. Juga memperlambat sektor ritel, manufaktur dan pertanian.

Hal ini jugalah yang membuat pihaknya menginginkan sosok baru dalam memimpin bangsa pada tahun 2019 mendatang.

“Kesejahteraan rakyat dan lapangan kerja merupakan ukuran utama keberhasilan atau kegagalan satu pemerintahan. Aspirasi ini merupakan harapan kami atas perubahan dan penyegaran kepemimpinan di Republik ini. Kami menaruh harapan pada sosok yang muda,” katanya saat acara deklarasi Cak Imin-AHY Pemimpin Zaman Now di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Minggu (29/10).

Menurut Baihaqi, pemerintahan Jokowi-JK juga gagal menumbuhkan ekonomi masyarakat, hal tersebut patut dievaluasi dengan adanya perubahan baik dari segi kebijakan, kelembagaan maupun personality kepemimpinan.

Jika Jokowi melanjutkan kekuasaannya, tidak menutup kemungkinan mantan Gubernur DKI Jakarta itu kembali mengabaikan sektor lain dan hanya berfokus pada pembangunan.

Baihaqi menegaskan, relawan PRO 1 dibentuk secara independen dan tidak terikat dengan partai politik manapun. Sebagai relawan, tambah Baihaqi, PRO 1 akan menggalang warga dan masyarakat di berbagai daerah agar dapat mulai menyosialisasikan Cak Imin dan AHY sebagai capres dan cawapres 2019.

“Fokus kerja pemerintahan Jokowi kepada sektor infrastruktur kami nilai telah mengorbankan kebutuhan sektor-sektor lain untuk berkembang. Dan ini harus segera dievaluasi,” ujar Baihaqi. [rmol]
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.