Header Ads

header ad

Golkar Usung Ridwan Kamil, Koalisi PDIP - Golkar untuk Pilgub Jabar 2018 Perlihatkan Sinyal Runtuh


[lndonesia.org] Bandung – Koalisi yang dibangun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar untuk Pilgub Jawa Barat 2018 secara perlahan memperlihatkan sinyal runtuh.

Sebab, Golkar memilih mengusung Ridwan Kamil, sedangkan PDIP sejak awal mengisyaratkan tidak mau mengusung Ridwan Kamil.

Lalu, bagaimana kelanjutan koalisi PDIP-Golkar? Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tubagus Hasanudin mengatakan bubarnya koalisi itu hanya berlaku untuk pilgub. Sementara koalisi di 16 kabupaten/kota se-Jawa Barat yang akan menggelar pilkada serentak, koalisi PDIP-Golkar tetap berjalan.

"Kita mau koalisi dengan Golkar awalnya. Ternyata Golkarnya ke Ridwan Kamil, ya sudah, ya menghormati. Tapi untuk gubernur (pilgub) itu kan. Kalau untuk kabupaten/kota tetap saja jalan," kata TB, sapaan akrabnya, di Sasana Budaya Ganesha, Sabtu (28/10/2017), seperti dilansir Okezone.com.

Sementara soal siapa yang akan diusung PDIP di pilgub nanti, sejauh ini belum ada kepastian. PDIP sedang mempertimbangkan tujuh nama, di antaranya Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar, dan Iwa Karniwa.

"Seluruhnya nanti dirapatkan dipimpin Ketum dengan melihat semua aspek dan nanti akan dipilih satu pasang," ungkapnya.

Soal Dedi Mulyadi yang ternyata tidak didukung Golkar menjadi cagub, TB mengatakan itu jadi pertimbangan. Saat disinggung membuka pintu bagi Dedi untuk diusung, ia juga memberi jawaban sama.

"Enggak usah terlalu berbelit-belit, semua yang tujuh orang itu menjadi pertimbangan," pungkasnya.

Keputusan Partai Golkar mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat 2018 cukup mengagetkan. Sebab, selama ini justru yang digadang-gadang akan diusung Golkar adalah Dedi Mulyadi.

Lalu, apa sikap yang akan diambil Dedi, termasuk DPD Partai Golkar Jawa Barat? Dedi memilih menutup rapat sikapnya saat ini. Ia baru akan mengumumkannya secara resmi pada Senin (30/10/2017).

"Mungkin hari Senin ya, nanti saya kasih tahu teman-teman (wartawan)," kata Dedi di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, Sabtu (28/10/2017).

Soal bocoran sikap yang akan disampaikan, ia menolak berbicara. Menurutnya, semua akan diungkapkan secara resmi dalam konferensi pers nanti.

"Kalau dibocorin sekarang buat apa ada pernyataan Senin. Intinya nanti hari Senin aja," tandas Dedi.  [lo/oz]


loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.