Header Ads

header ad

Fantastis!!! 250 Ton Sabu Asal Tiongkok Masuk Indonesia


BADAN Narkotika Nasional (BNN) mencatat Tiongkok menjadi negara asal narkotika yang masuk Indonesia dengan jumlah terbesar. 

Setiap tahunnya 1097,6 ton prekursor dan 250 ton sabu yang sudah siap pakai masuk ke Indonesia dari 'Negeri Tirai Bambu'. Prekursor merupakan bahan dasar pembuatan narkotika yang banyak digunakan produsen narkotika di dunia.

Jumlah pengonsumsi narkotika di Tanah Air semakin hari kian bertambah. Tak hanya itu, ragam jenis narkotika baru pun dengan leluasa masuk dan dikonsumsi habis oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

"Peredaran narkotika di Tanah Air makin mengkhawa-tirkan. Di sini semua jenis narkotika ada. Narkotika jenis apa saja habis," tegas Kepala BNN Budi Waseso di Kantor BNN, Jakarta, kemarin.

Budi menekankan pemerintah harus segera mengonstruksi 65 narkotika jenis baru yang sudah beredar di Indonesia. Dari 65 jenis itu, baru 43 jenis yang sudah dikonstruksikan dalam hukum dan aturan Kementerian Kesehatan.

"Seperti di Rusia, narkotika itu hanya ada tiga jenis. Narkotika yang baru yang aneh-aneh itu mereka tidak suka, jadi tidak laku. Di sini semua suka," ujarnya prihatin.

Sebenarnya, ungkap Buwas, sapaan Budi, ada 11 negara yang menjadi pemasok narkotika ke Indonesia. Namun, Tiongkok tercatat sebagai negara pemasok bahan baku dan narkotika siap pakai terbesar.

Sementara itu, tim BNN kembali mengungkap jaringan pengedar narkotika internasional di kawasan lintas timur Sumatra-Riau.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan dua tersangka Zaini AR dan TM Jafar IS merupakan jaringan narkotika Malaysia- Indonesia. 

Dari ta-ngan mereka disita 25 kg sabu (metamphetamine) dan 25 ribu butir narkotika jenis ektasi. "Kami mengamankan dua tersangka. Satu tewas (TM Jafas IS) karena melawan dan kami ambil tindakan terukur," ujarnya. (dtk)
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.