Header Ads

header ad

Dalam Sepekan, Oknum Polisi Tiga Kali Salah Tembak, Berikut Datanya...


JAKARTA - Insiden oknum Polisi salah menembak dalam kurun waktu sepekan terakhir ini, telah patut menimbulkan rasa prihatin dan kesal bagi Mabes Polri.

“SOP-nya sudah ada, bagaimana anggota Polisi layak (menguasai senjata) kalau salah satu dari tiga M (mampu membawa, mampu menggunakan dan mampu menyimpan) enggak terpenuhi. Maka dia enggak layak bawa sejata api,” kata Kadiv.Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Gedung Humas Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (2/10).

Dengan kondisi itu, Setyo Wasisto minta para komandan satuan Polri untuk meningkatkan pengawasan penggunaan senjata api para anggotanya.

Menurut Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letkol Supadmo, insiden pertama, Polisi salah tembak itu terjadi saat apel gabungan TNI-Polri untuk pengamanan Aksi 299 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (29/9). Bripda Fadil Riyan Farid, (tidak sengaja) menembakkan air sofgun ke tubuh Praka Sudirman.

“Pada saat Praka Sudirman sedang berbincang-bincang dengan rekan-rekannya dari arah sekitar 25 meter, ada anggota Sabhara dari Polres Jakarta Pusat yang sedang duduk-duduk, salah seorang di antaranya mengarahkan senjata jenis pistol softgun ke arah Praka Sudirman dan mengenai bagian perutnya,” cerita Letkol Supadmo yang menyaksikan insiden itu.

Insiden ke dua terjadi di kota bandung, saat Unit Reskrim Polsek Bojongloa Kidul beranggotakan 4 orang, Minggu (1/10) hendak menangkap pelaku pengeroyokan yang telah dilaporkan pada 12 Februari 2017.

“Pada saat itu, salah satu tersangka melakukan provokasi se olah-olah dikeroyok orang tidak dikenal, padahal itu anggota Polisi sehingga terjadi keributan dan salah satu Polisi mengeluarkan senjata apinya, tanpa sengaja, senjata api itu meletus dan mengenai anggota Polisi (lainnya) Agus Maulana,” cerita Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo.

Yang ketiga, Seorang pemandu lagu (PL) di salah satu tempat hiburan di Garut tertembak peluru milik anggota Polres Garut, Senin (2/10/2017) malam sehingga melukai bagian sensitifnya.

Dari ketiga insiden "salah tembak" itu patut saja jika Kadiv. Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, meminta kepala kesatuan di jajaran Polri untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengendalian penggunaan senjata api. Artinya, jangan pula senjata api dijadikan untuk main-main, apalagi jika hanya untuk sok jagoan. Diminta jangan (dtk).
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.